I. PENDAHULUAN
Pembentukan tulang dimulai dari dalam kandungan dan mencapai puncak pada dekade ketiga, dimana massa tulang pada pria lebih tinggi dari tulang wanita. Wanita akan mengalami kehilangan tulang yang lebih cepat dibanding pria.<!–[if supportFields]> ADDIN ENRfu <![endif]–>1<!–[if supportFields]><![endif]–> Metabolisme tulang diatur oleh aktivitas 2 sel tulang yang berhubungan dengan remodelling tulang yaitu sel-sel osteoblas yang bertugas melakukan formasi tulang dan sel osteoklas yang bertugas dalam resorpsi tulang. Hormon estrogen dalam keadaan normal memicu aktivitas osteoblas, tetapi menghambat aktivitas osteoklas sehingga tercapai keseimbangan pembentukan dan perusakan tulang. Memasuki usia 40 tahun dimana kadar estrogen yang mulai menurun secara normal, remodelling tulang mulai berubah kecepatan resorpsi tulang (osteoklas) lebih tinggi dari formasi tulang (osteoblas) sehingga proses osteopenia – osteoporosis dimulai.<!–[if supportFields]> ADDIN ENRfu <![endif]–>2<!–[if supportFields]><![endif]–>
Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh rendahnya massa tulang dan kerusakan mikroarsitektur tulang yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Secara operasional diagnosis osteoporosis ditegakkan apabila terdapat densitas massa tulang berada di bawah -2,5 SD dari angka rata-rata pada orang dewasa muda normal.<!–[if supportFields]> ADDIN ENRfu <![endif]–>3,4
Untuk lebih lengkapnya silahkan didownload di sini :
